Bagaimana rumah tangga rosul? Kelihatan dari ucapannya: بَيْتِيْ جَنّتِي (Baitii jannatii):”Rumah tanggaku laksana surga bagiku”. Padahal rumahnya kecil. Anda yang pernah ke madinah ziaroh ke kubur nabi, di situlah rumah nabi bersama menantunya Ali bin abi tholib. Di situ beliau tinggal, di situ beliau sakit, di situ beliau wafat dan situ pula beliau dimakamkan. Rumahnya kecil, tidurnya di atas kain kasar separoh jadi alas tidur separoh jadi selimut. Sarapan paginya, zam-zam kadang roti kadang kurma. Tapi dari rumah yang kecil itu, beliau berkata: بَيْتِيْ جَنّتِيRumah tanggaku laksana surga bagiku”.
Ternyata untuk berkata seperti itu, hidup tidak harus bergelimang kemewahan. Untuk berkata seperti itu tidak harus menunggu semuanya serba ada. Padahal rosululloh memilih khodijah. Kenapa? Janda, umurnya lebih tua 15 tahun dari rosul. Kalau sekedar mencari kenikmatan biologis, meskinya kan rosululloh cari ABG? Kan ngambrek di mall itu. Kok beliau tidak! Apa yang menjadi pertimbangan rosul? Beliau tidak sekedar cari istri, beliau itu cari pendamping. Tiap perempuan bisa jadi istri, tapi tidak tiap istrijadi pendamping. Orang lain belum iman, khodijah beriman. Orang lain musuhin nabi, khodijah korbankan hartanya membantu perjuangan nabi. Tidak ada suatu kesuksesan yang bisa diraih dan tidak berangkat dari rumah tangga. Sejauh apapun kita pergi, ke rumah juga kita akan kembali. Karna itu, keberhasilan dalam rumah tangga awal keberhasilan di luarnya. Wallahu a’lam bishoab...
.png)
By
Desember 27, 2015


0 komentar